Rabu, 04 Mei 2016

Panggilan Efektif

Pada umumnya dibedakan dua macam panggilan: panggilan Injil, dan panggilan efektif, yang akan dibahas di bawah ini. Panggilan Injil berarti bahwa semua orang yang mendengar Injil sungguh-sungguh dipanggil untuk menjadi percaya kepada Kristus. Panggilan efektif berarti bahwa panggilan Injil itu hanya menjadi efektif atau hanya berhasil dalam kehidupan orang-orang pilihan.
Menurut Berkhof  panggilan secara umum, atau panggilan realis adalah panggilan yang datang kepada manusia melalui penyataan umum (yaitu penciptaan, pemeliharaan dan pemerintahan dunia ini). Allah menciptakan alam semesta dengan firman-Nya (Kej. 1, Mzm.33:6,9), dan Allah berfirman oleh penciptaan-Nya (Mzm. 8:2,10; 19:2-7; 29:3-9; 147:15). Allah juga berfirman dalam sejarah (Kis.14:16,17; 17:26), dan melalui lingkungan dimana mereka tinggal, melalui pengalaman hidup mereka (Rom. 1:19-21; 2:14,15). Panggilan ini tidak membawa kepada keselamatan. Akan tetapi ada hubungan erat antara penciptaan dan kelepasan. Pemeliharaan Allah justru menghubungkan penciptaan dengan kelepasan itu. Allah yang satu-satunya yang menyatakan diri kepada semua orang dalam penyataan umum, juga menyatakan diri dalam penyataan khusus sebagai Allah yang penuh anugerah.
Sarana PanggilanPanggilan Efektif yaitu panggilan Injil. Panggilan Injil adalah penawaran keselamatan dalam Kristus kepada orang-orang, yang dibarengi dengan undangan untuk menerima Kristus dalam pertobatan dan iman, agar mereka boleh menerima pengampunan atas dosa-dosa dan kehidupan kekal. Dalam hal ini semua orang harus mendengar Injil. Panggilan Injil ini berarti: semua orang harus mendengar Injil. Injil Yesus Kristus harus diberitakan kepada semua orang, bukan kepada sejumlah orang tertentu. Panggilan ini sesuai dengan Matius Mat.28:19.
Harus dipahami bahwa walaupun Allah telah memilih sejumlah besar dari umat manusia untuk diselamatkan, dan sejumlah lain dilewati (hal itu disebut reprobasi atau penolakan), namun pemberitaan Injil tidak boleh dibatasi kepada sejumlah orang tertentu.
Dalam pemberitaan Injil semua pendengar diundang untuk menerima Yesus
Panggilan Injil bersifat umum atau universal, sehingga semua orang yang mendengar Injiol sungguh-sungguh diundang untuk bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus. Dua nas yang sering disebut adalah Mat.22:1-14 dan Luk.14:16-24, yaitu perumpamaan tentang perjamuan kawin (yang diperbedatkan adalah pertanyaan apakah kedua perumpamaan ini merupakan dua versi dari satu perumpamaan, ataukah dua perumpamaan yang berbeda-beda. Jelas bahwa perbedaan antara kedua perumpamaan ini cukup besar).
Dalam kedua perumpamaan ini ada orang yang dipanggil atau diundang  untuk datang, tetapi mereka menolak panggilan itu. Kelompok pertama ini menunjuk kepada orang Yahudi yang menolak Yesus. Kelompok kedua yang diundang adalah orang-orang yang dianggap rendah (orang-orang miskin, cacat, buta dan lumpuh, Luk.14:21; ‘semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan’, Mat.22:10). Kelompok ketiga (hanya disebutkan dalam Lukas, Luk.14:23) melambangkan orang-orang bukan Yahudi yang akan dijangkau oleh Injil kemudian (mereka berada di luar kota, sedangkan kelompok kedua berada di dalam kota). Jelaslah bahwa semua orang dipanggil (walaupun hanya sebagian meresponi panggilan itu).
Dalam Mat.11:28, Yesus juga mengundang semua orang: ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu’. Dan Paulus mengatakan di atas Aeropagus: ‘maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat’ (Kis.17:30). Lihat juga Why.22:17.
Kalau kita memberitakan Injil, maka kita memberitakannya kepada setiap orang yang kita jumpai. Dan kita betul-betul mempunyai keinginan supaya semua orang yang mendengarkan Injil itu akan bertobat dan percaya kepada Yesus, sehingga mereka diselamatkan. Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah Allah juga menginginkan hal itu?

Nas-nas yang berikut membuktikan bahwa Allah secara serius dan bersungguh-sungguh menginginkan keselamatan semua orang yang mendengarkan Injil: Yeh.18:23 dan Yeh.33:11: Allah tidak berkenan kepada kematian orang fasik, tetapi kepada pertobatannya. Kata-kata ini disampaikan kepada seluruh bangsa Yahudi, walaupun tidak semua orang Israel dipilih, lihat Rm.9:6. Mat.23:37: ‘Yerusalem, Yerusalem, ... Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau’. Dari nas ini menjadi jelas bahwa Yesus, Anak Allah (sehingga hal yang sama berlaku bagi Allah sendiri), betul-betul menginginkan bahwa orang-orang Yahudi datang kepada-Nya untuk diselamatkan. Keinginan Yesus yang sungguh-sungguh ini nyata sekali, tetapi banyak orang tidak mau. 2 Pet.3:9: ‘Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, ... tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat’. Kedatangan kembali Yesus tidak dibatalkan, tetapi Allah panjang sabar terhadap manusia. ‘Allah tidak menginginkan siapapun binasa’.  2 Kor.5:20 menunjuk kepada hal yang sama: ‘Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah’. Melalui pelayanan Paulus dan pemberita-pemberita Injil yang lain, Allah mengundang setiap orang untuk memberi dirinya didamaikan dengan Allah.
Previous Post
Next Post
Related Posts

1 komentar:

  1. Bingung mau ngapain? mendingan main games online bareng aku?
    cuman DP 20rbu aja kamu bisa dapatkan puluhan juta rupiah lohh?
    kamu bisa dapatkan promo promo yang lagi Hitzz
    yuu buruan segera daftarkan diri kamu
    Hanya di dewalotto
    Link alternatif :
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.